Tampilkan postingan dengan label Ayah.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayah.... Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juni 2012


Rabu, 17 Agustus 2011

Miss You So Much Ayah....


Jogja, 12 Agustus 2011
Merindukanmu Setengah Gila

Lihatlah betapa sakitnya aku karena kehilanganku..
Lihatlah semenjak kepergianmu, mataku tak pernah tak terlihat sembab..
Lihatlah betapa timpang langkahku tanpa topanganmu..
Lihatlah hancurnya mimpi dan semangatku tanpa dampinganmu..

Hancurnya aku hingga setengah gila rasanya..
Putus asa berkali-kali menderaku..
Syukurku, ajaranmu sebelum meninggalkanku masih terpatri kuat di pikiran dan hatiku.
Dalam kesakitanku aku tak pernah melampiskannya ke jalan yang salah..

Ayah..andai aku tahu jalan seperti apa yang mesti kutempuh untuk membuatmu kembali, aku akan menempuhnya.
Rasa rinduku padamu sungguh menyakitkan.. Tak ada kata-kata yang mampu meredam rasa sakitku.
I really really really miss you Yah…


Happy Birthday Ayah

Hey.... Yah, apa kabar Ayah di sana? Baik pastinya kan? Jangan bilang kalau Ayah gak bahagia di sana ya? Nanda bakalan sedih banget kalau tahu Ayah gak bahagia. Bukankah Ayah diambil dari tengah-tengah Nanda, Mama dan adik-adik dengan janji akan ada kebahagiaan kekal buat Ayah. Tuhan ga mungkin ingkar janji kan Yah. :)

Oh ya Yah, selamat ulang tahun ya Yah. Harusnya hari ini Nanda bikinin kopi dan masakin makanan buat Ayah. Harusnya hari ini Nanda menyalami dan mencium tangan Ayah seperti tiga tahun lalu. Paling tidak harusnya hari ini Nanda ditelpon sama Ayah. Tapi nyatanya kita udah gak bisa kayak gitu lagi Yah. Nanda sedih, Nanda kangen Ayah.

Ayah, ingat gak 3 tahun yang lalu Nanda mau beliin Ayah celana kerja pake duit Nanda sendiri, tapi nyatanya gak jadi karena duitnya gak cukup. Padahal Nanda udah pamer sama semua orang di rumah kalau Nanda udah bisa beliin hadiah ultah buat Ayah... Kalau diingat-ingat Nanda sedih Yah, Nanda belum sempat ngasih Ayah apa-apa tapi Ayah udah ninggalin Nanda. Nanda cuma bisa ngasih kado doa buat Ayah. Tetap damai di sana ya Yah. Mama dan adik-adik biar Nanda yang jagain. Ayah gak perlu khawatir, Nanda bisa diandalin kok. Nanda kan anak Ayah, harusnya Nanda bisa sekuat Ayah dong ya. Nanda kan gak mau kalah sama Ayah.. :)hehehe...

Happy Birthday ya Yah. Nanda sayang Ayah....Muaaaccchhhhh...miss u Yah.


AYAH SELALU BENAR


Ayah…
Dia yang selalu menggendong aku ketika terbangun dan menangis di tengah malam,ketika aku masih bayi
Dia yang selalu menggandeng tanganku ke sekolah tiap pagi, ketika aku tumbuh menjadi kanak-kanak
Dia yang merangkul bahuku ketika aku tak berhasil menjadi juara pertama di kelas, ketika aku beranjak remaja
Dia yang memeluk tubuhku disaat aku ketakutan melihat cita-citaku terlalu tinggi untuk hidupku, ketika aku tumbuh dewasa
Dia yang mengajarkan aku bagaimana menerima kenyataan tanpa mengeluh, ketika apa yang kuinginkan tak bisa kugapai
Dia yang mengajarkan aku bagaimana bertahan di dalam banjir airmata, ketika kesesakan menghampiri
Sampai akhir hidupnya, dia masih saja mengajarkan aku banyak hal tentang hidup
Itulah Ayah.  Ayah yang selalu tahu apa mauku, apa mimpiku, apa harapku
Ayah yang masih sanggup tersenyum walaupun dalam keadaan tersulit sekalipun
Ayah yang selalu mampu menarikku kembali kepelukannya, ketika aku  marah besar, menangis keras, memberontak terhadap apa yang perintahkan kepadaku
Ayah yang tak pernah mengeluarkan kata-kata kasar untukku,walau semarah apapun dia
Ayah selalu benar, ketika berbicara tentang pilihan terbaik untuk hidupku
Masih hangat diingatanku, bagaimana kerasnya perdebatan kami ketika kami memiliki pandangan yang berbeda untuk pendidikanku. Ayah terang-terangan menentang dengan cara terhalusnya
Aku masih ingat bagaimana derasnya airmataku, ketika aku menentang pilihan Ayahku sambil menangis dan dengan suara yang tersendat-sendat membantah setiap ucapannya
Dan pada akhirnya Ayahlah yang jadi pemenang, karena Tuhan tahu pilihannya untuk hidupku tidak akan pernah salah
Ayah selalu benar tentang aku, karena dia yang paling tahu siapa aku selain Tuhan dan Ibu
Aku yang dari kecil suka mengatur orang, suka geram dan menjerit marah ketika melihat sesuatu tidak berjalan sesuai koridornya, suka berbagi apa yang aku tahu. Dan Ayah bilang aku pantasnya menjadi seorang pendidik seperti dia
Aku selalu menyangkal, dan bilang kalau aku inginnya merawat dan menyembuhkan orang sakit
Ayah tak pernah berkata TIDAK untuk semua mimpi-mimpiku
Dia sepertinya sudah terbiasa mendengar celotehanku tentang mimpi-mimpi masa kecil hingga dewasaku dan tetap dialah yang paling tahu mana yang terpantas untuk hidupku
Dia hanya tersenyum penuh arti, ketika aku menatap kotoran dengan pandangan jijik, dan selalu menolak ketika disuruh Ibu untuk membersihkan kotoran Adikku yang masih bayi
Dia tertawa kecil ketika aku muntah sehabis membersihkan toilet… Mungkin dipikirannya bagaimana mungkin aku kuat mengurus kesehatan orang lain, kalau membersihkan kotoran adik-adikku saja begitu menjijikkan buat aku
Hmmm..aku ga bisa menahan senyum ketika mengingat hal-hal konyol itu
Sekali lagi Ayah memang benar
Sekarang aku menjalani pilihannya, dan pada akhirnya aku memang menemukan jiwaku di sini, bukan di mimpi masa kecilku. Ayah memang luar biasa.
Thanks so much for being a great Father for me, my beloved Daddy…

Published in: on March 12, 2011

Senin, 06 Juni 2011

Damai di sana


Untuk yang ku cintai…
Waktu semakin cepat berlalu..
Gak terasa udah setahun lebih aku hidup tanpa sosok nya….
Masih hangat terasa sentuhan tangannya ketika membelai rmbutku..
Kuat punggungnya ketika menggendong ku..
Hangat plukannya ketika memelukku..
Tak akan pernah bisa kulupa..
Getar suaranya ketika mnsehatiku..
Masih hangat diingatanku ketika aku melihta sosok yang trbujur kaku itu Engkau…
Betapa sakit hatiku saat itu
Airmataku tak cukup untuk mengiringi kepergianmu…
Teriakan kesedihan masih tak bisa menghapus luka ini…
Ayah… aku ingin ayah tahu..
Disini..di hati ini ada cinta yang gak akan pernah habis untuk ayah…
Kini aku coba berdiri kembali..
Dari kehancuran hati…
Betapa sulit menata kembali keping-keping hati yang hampir hancur…
Satu tahun lebih masih belum cukup buat aku untuk melupakan kesedihan ini dan mengikhlaskan kenyataan…
Ayah..
aku rindu Ayah…
Sangat merindukan Ayah…
Tak akan pernah putus doaku untuk Ayah..
Damailah di sana Ayah..
I love You…
 
Originally posted on August 15, 2010 at 9:45 pm  
taken from http://wawasukacurhat.wordpress.com/page/2/