Jumat, 29 Juni 2012

Still About June


When I dare to say "Ok, let's try once again". It means I am willing to trust you and ready to be hurt (again). # tweeted on June 5,2012.

This is about you again, June. I swear, you have left a great feeling in my heart. This heart can laugh and smile easily remembering your silly jokes about love,life, and everything. That’s why I fell in love with you. That’s why my heart chose you. You have everything that guys before you did not have.

I tweeted those words above when you were struggling hardly to convince me that you were really crazy in love. You wanted to be my June again. I refused you so many times. But you, you never gave up to have me, to make me as your own.

I think I know you and yes I do. You are quite mad when you fall in love but not strong enough to make that love exists in a long time. That is you and I know that.

You came back in the beginning of this month, it was not the first time by the way, but in the beginning of this month I got affected by you. The way you spoke, loved and treated me made me say “YES” easily. And you finally had me.

You were so different. You treated me so right. I was happy to be with you and I think you were happy too. But ironically we had to end the happiness we felt at the time. We broke up.
It’s hurt. We were hurt but there was no tears for that, only fears. Fears of loosing you forever.

Just a couple days after the bitter ending, you came back begging for forgiveness. I forgave you, My June, as usual. I loved you sincerely and I still love you. There is no reason for me to hate you. I keep you in my heart. I keep you in my thought.

Whenever you miss me just come back and tell me what you feel but please never ask me to be your Jasmine again. Please. At least not now.

I do really miss you. I do miss your love, joke, hug and touch, but not now.
Please move on.

Goodbye and have a good life, My June. I love you.


Your ex.

Jasmine ;)


Kamis, 28 Juni 2012

From Hero to Zero

Originally posted on April 10,2011
Copied from my old blog http://wawasukacurhat.wordpress.com/


” Hidup seperti roda yang berputar, kadang berada di bawah kadang berada di atas”
Hidup itu gak melulu senang, gak melulu susah… Orang susah akan senang pada waktunya dan orang senang akan susah pada waktunya juga.

Semua ada waktunya dan sudah dirancang dengan sebaik-baiknya oleh Yang Maha Kuasa.

Hari ini kita dicintai oleh orang sekeliling kita, tapi keesokan harinya kita gak akan tahu apakah masih dicintai seperti hari ini?
Hari ini kita nothing, besok-besok mungkin kita bisa jadi something
Hari ini kita a hero, tapi besok-besok bisa jadi sebaliknya

Balik lagi, semua memang  udah ada waktunya masing-masing… Pintar -pintar ngambil hikmah dari setiap kejadian bisa membuat hidup yang sedikit membingungkan terasa lebih menyenangkan…
Contohnya aku….
Aku dan masa kecilku indah, bahagia bahkan sempurna..
Hidup bersama orangtua yang luar biasa & adik-adik yang sempurna.
Siapa yang tidak bahagia punya keluarga yang rukun, reputasi yang baik di masyarakat, dan prestasi yang menonjol di sekolah.

Hal-hal baik yang aku dan keluargaku punya membuat kami dicintai orang-orang di sekitar kami. Terlebih aku, aku selalu punya teman yang banyak.  Walaupun aku bukan orang yang supel malah cenderung pemalu, tapi aku selalu didatangi orang-orang yang ingin menjadi temanku. Itu karena aku memiliki prestasi yang menonjol di sekolah.
Tapi tidak semua hal-hal baik yang kita punya bisa menjamin kita menjadi orang yang baik.. :)
Cinta dan kasih sayang yang berlebihan dari orang tua membuatku menjadi anak manja, cengeng dan tidak mandiri. Karena apa yang aku ingin selalu mereka penuhi.

Dari SD hingga SMA aku selalu dibutuhkan teman-temanku karena tanpaku tugas mereka tak bisa sempurna.  Tanpa sadar hal itu membuat aku menjadi sombong, egois dan individualis.  Teman-temanku sering ketakutan ketika aku mulai ngambek, karena takut gak  dikasih jawaban saat ujian dan tidak dibantu mengerjakan tugas seperti biasanya. Oh..God, itu benar-benar membuat aku merasa istimewa dan besar kepala. Karena aku si anak A dengan prestasi akademik yang tidak pernah mengecewakan. Orangtua dan keluarga besarku pun mulai terbiasa dengan prestasiku.

Kesombonganku membuat aku menangis ketika mendapat nilai 9 sedangkan yang lain mendapat nilai 10. Merasa kecewa ketika aku bukan menjadi satu-satunya orang yang mendapat nilai 10 di kelas. Lihatlah, bagaimana sombongnya aku.

Dan tiba waktunya Tuhan memberi aku pelajaran baru, untuk bangun dari sikap manja, cengeng,egois, kekanak-kanakan, dan sombong yang sangat tidak menguntungkan.

Ditahun kedua di bangku kuliah,hidupku seketika oleng, ketika Ayahku tiba-tiba dipanggil Tuhan.  Mamaku berduka dan terpukul luar biasa, adik-adikku kesepian dan jatuh sakit karena rasa kehilangan yang luar biasa. Dan aku, aku seperti orang gila.. menangis siang malam, tidak tidur, tidak makan, tidak kuliah. Aku merasa tidak sanggup untuk melanjutkan hidupku. Hilang semangat, hilang arah. Aku tak peduli lagi pada prestasiku, aku tak peduli lagi pada nilai 9 & 10. Huruf A & B di KHS sudah tak penting lagi bagiku. Aku hanya ingin ayahku kembali. Aku terus berduka dalam waktu yang sangat lama, seakan-akan dengan cara begitu Ayahku akan kembali padaku, pada keluargaku. Dan hasilnya kesehatanku memburuk, kuliahku berantakan & yang paling menyedihkan Mamaku kecewa dengan nilaiku yang semakin merosot. Dia kecewa karena aku anaknya yang punya prestasi A tiba-tiba terjatuh menjadi anak yang tak bisa dibanggakan.
Gak sanggup melihat Mamaku kecewa, akhirnya aku kembali mencoba mengatur langkah lagi. Walaupun sudah sedikit terlambat, tapi tak apa daripada aku berhenti dan tak memberi harapan berarti buat Mama dan terutama suatu pembuktian untuk Ayah tercinta di surga.

Well, aku pengen banget bilang ke Mama, sekarang aku bukan anak Mama yang berprestasi A lagi Ma, tapi dari kejadian yang udah kita lewati, aku tumbuh menjadi orang yang kuat, tegar, sabar, tidak egois dan mulai mandiri. Yang terpenting aku selalu mencoba bertanggung jawab terhadap Mama & adik-adik seperti apa yang Ayah lakukan dulu. Semoga aku bisa jadi pengganti Ayah yang baik buat Mama & adik-adik.
Yah,Ma ini aku, yang dulunya hero kecil Ayah & Mama, kemudian karena dibanting oleh masalah menjadi orang yang  hopeless & nothing,  kini sedang berusaha menjadi hero kembali buat keluarga kita… Makasih buat cinta Ayah, Mama & adik-adik yang tak berkesudahan, yang sudah membuat aku bangkit dari keterpurukan.. May God always bless our family… :)

PUBLISHED IN: 
·         IT'S ME
ON APRIL 10, 2011 AT 4:44 PM  LEAVE A COMMENT  

Rabu, 27 Juni 2012

Robin Van Persie dan Arti Sebuah Loyalitas


Ketika bangun tidur pagi ini, ada seorang teman yang iseng banget sms aku tentang kabar kepindahan Robin van Persie ke klub sepakbola favoritnya, Manchester City. Sontak saja aku yang notabene baru bangun tidur dan belum sempat ngapa-ngapain, seperti kesetanan membuka akun facebook, twitter dan portal-portal berita sepakbola untuk mencari tahu kebenaran berita tersebut. Anyway, sok banget ya aku, sampe segitu banget bereaksi :-P . Bagi yang udah tahu aku fans Arsenal pasti ngerti banget gimana shockingnya berita ini buat para fans Arsenal, termasuk aku.

Perlu diketahui Robin Van Persie merupakan pemain penting bagi Arsenal. Bisa dibilang striker Belanda ini adalah tulang punggung Arsenal selama dua musim terakhir ini. Terlebih pada musim 2011/2012, kontribusinya sangat luar biasa bagi klub kesayanganku ini. Harus diakui, berkat konsistensinya menciptakan gol di hampir setiap pertandingan, Arsenal berhasil  mengakhiri musim dengan bertengger di peringkat 3 klasemen dan lolos ke Liga Champion musim depan (2012/2013). Sungguh suatu pencapaian yang pantas diacungi jempol bagi sebuah klub yang tertatih-tatih di awal musim karena ditinggalkan para pemain pilar serta badai cidera yang ga ada hentinya mendera para punggawa vital Gudang Peluru. That's why kepergian RvP dari klub menjadi ketakutan terbesar para gooners and goonerettes. 

Kepergian para bintang dari klub ini ga lain karena krisis gelar yang dialami Arsenal selama 7 musim berturut-turut. That's sad. Tapi logically, bagaimana mungkin sebuah klub bisa meraih gelar kalau setiap musim para bintang memilih pergi dari klub. Di mana letak loyalitas para bintang ini yang oleh Arsene Wenger sudah dipoles susah payah dari yang dulunya nothing jadi something?. Alasannya tentu saja gelar yang bisa diraih dengan mudah dan gaji super fantastis yang dijanjikan oleh klub-klub lain. Kedua hal tersebut sukses membuat nilai loyalitas tak ada artinya di mata para bintang. Tapi apakah hidup ini melulu tentang uang dan penghargaan berupa gelar? Tak bisakah mereka bertahan sedikit lebih lama lagi, berusaha keras bersama tim dan membuat satu demi satu mimpi akan gelar terwujud perlahan-lahan?. Andai mereka bisa sedikit lebih loyal dan punya idealisme murni tentang misi-visi sepakbola yang sebenarnya seperti halnya Arsene Wenger, yang tak berniat melatih klub lain setelah 16 tahun di Arsenal, mungkin setiap musim tak akan selalu sulit bagi The Gunners.


Loyalitas itu sangat mahal, luar biasa mahal, bahkan ga ada yang bisa membeli sebuah loyalitas. Hanya orang yang luar biasa yang meletakkan loyalitas di atas uang dan gelar. Mungkin saja Arsenal ga akan 'mati' tanpa RvP, tapi dengan bertahannya RvP, Arsenal akan tampak lebih mudah memutus krisis gelar klub di musim depan. So, RvP as what Secondhand Serenade said, please stay close, don't go. Arsenal still need you.


-VCC-



My Dear June

"Ah..aku ga bisa tanpa kamu,sayang"
"Kembalilah dan berjalanlah bersamaku"
"Aku butuh kamu"

Oh, June..sebegitu naifnya kamu sampai tak mengerti lukaku. Kamu baru saja memujaku setinggi langit dan kemudian memutuskan pergi begitu saja.
June...ah June... aku bukan malaikat yang bisa memaafkan setiap salahmu. Aku sangat menghargai hatiku. Aku cinta hatiku dan tentu saja ketika ada yang melukainya,tidak akan ada pintu yang bisa terbuka dengan mudah lagi untuk orang yang sama.
Tidak, June, maaf. Setidaknya jangan sekarang.

Have a good life, my June. Do not regret anything :)

Warm regards

Your ex
Jasmine

Selasa, 26 Juni 2012

Produk Instan


Ga tahu, malam ini aku gatal banget mau nulis tentang ‘produk instant’ di dunia hiburan. Kalo ngomongin produk instan kita pasti sontak ingat mie instant yang merupakan makanan yang sudah menasional di mulut penduduk negara kita.,Endonesa. *aku mulai ngelantur, padahal masih awal ini :p *


Gini lho, di tv-tv nasional kita kan banyak banget tuh acara-acara ajang pencarian bakat yang semuanya menjanjikan kefamousan kepada para pesertanya yang lolos. Banyak banget orang-orang yang nekat mau masuk ajang-ajang seperti itu cuma untuk jadi famous. Tapi sayangnya banyak juga diantara mereka yang  ga siap secara mental untuk menghadapi imbas dari kefamousan mereka itu.


Contohnya ketika udah terkenal atau famous *istilah kerennya*, banyak banget yang haus pujian sampe lupa diri. Mereka mencintai penjilat yang rajin banget ngemis perhatian dari si orang famous ini dengan cara memuja-muji yang terkadang terkesan berlebihan. Saking terbiasanya dipuja-puji, ketika ada yang ga suka atau komentar salah sedikit tentang mereka, mereka akan bereaksi sangat hebat. Padahal orang yang berkomentar tersebut merupakan salah satu dari fans mereka juga, yang mungkin saja punya niat baik dibalik komentar mereka terhadap si idola dadakan. Tapi dasar namanya produk instan, mereka ga siap banget dikomentarin atau dikoreksi padahal kalau si produk instan ini mau sedikit berbesar hati untuk melihat letak kesalahannya di mana, sungguh mereka akan malu sekali telah bereaksi berlebihan. Beda sekali dengan produk-produk hasil tempaan perjuangan yang panjang. Mereka malah jauh lebih respect dan tahan banting terhadap perlakuan fans kepada mereka. Mereka tahu betul apa arti fans.


Tulisan ini terinspirasi dari pengalaman beberapa followers seorang produk instan, dengan inisial IW,yang diperlakukan semena-mena. Next time kalo mau ngefans sama orang, diliat-liat dulu ya. Ga semua produk instan seperti si IW ini. Banyak juga yang tahu diri. Jadi tergantung dari kebijaksanaan si fans sendiri ketika memilih siapa yang diidolain. 

Goodbye,June


In the beginning of June

“Sayang, kamu bagian dari mimpi-mimpi hidupku”
“Jika saja memungkinkan, rasanya ingin sekali memilikimu saat ini juga”
“Sayang, please percaya sama aku. Kali ini aku serius, mencintaimu jauh dari lubuk hatiku”
“Aku tulus sama kamu, kamu mau kan tulus juga sama aku?”
“Walaupun kamu tak mencintaiku seperti mauku, aku akan tetap mencintaiku sampai lelahku”
“Sayang, kamu mau kan berjuang sama aku?. Apapun yang terjadi dalam perjalanan hubungan kita kelak, tolong jangan lepaskan tanganmu dari genggamanku”

Aku mencoba mencerna setiap permohonanmu dan mencoba percaya kalau setiap permohonan yang kamu ajukan berasal dari hati dan pemikiran yang matang. Aku mengangguk dan mencoba menjadi bagian yang sempurna dari mimpimu.

In the middle of June

“Sayang, maaf. Sepertinya kita harus udahan. Aku takut. Hubungan kita tak berujung bahagia”
“Aku mohon mengertilah.  Demi Tuhan,aku tak mau seperti ini. Aku sakit harus pisah sama kamu”
“Kita berdua tahu alasannya. Kita sudah cukup dewasa untuk mengerti”

Oke, sekali lagi aku salah. Sekali lagi aku dibodohi. Oke ini salahku yang terlalu gampang mempercayaimu. Ini bukan salahmu yang telah mengumbar janji-janji yang tak pernah terpikirkan olehku bakal kamu ingkari dengan mudahnya. Singkat dan sakit memang, tapi terima kasih,aku belajar banyak dari ini semua.

In the end of June

Have a good life and goodbye.

Dan mungkin bila nanti,kita kan bertemu lagi. Satu pintaku jangan kau tanyakan kembali rasa yang kutinggal mati.

Rasaku sepertinya sudah habis untukmu. Kalaupun masih ada yang tersisa aku berjanji itu hanya rasa sakit yang akan kukenang sebagai peringatan kalau nanti kamu  ingin kembali. Dan aku selalu tahu, suatu saat kamu pasti kembali dan mencariku seperti yang pernah kamu lakukan. Tapi tenang, hati yang kupunya untukmu tak lagi sama.

Goodbye My June. Goodbye love. :)


Warm regards


Your ex
Jasmine



Senin, 25 Juni 2012

Welcome Back, Old Memories


Fiuhh..baru aja mindahin isi blog-blog yang lama ke blogku ya ini. Rasanya seperti memindahkan barang lama dari ruangan lama ke ruangan baru. Ada banyak kenangan di sana. Ada banyak cerita dengan orang yang berbeda. Sempat galau, mau dipindahin apa dibiarin aja bertahta di ruang lama? agak sayang akhirnya subuh ini aku putusin untuk membawa kembali tumpahan hati di ruangan lama tersebut ke ruangan baru hanya untuk di kenang. Welcome back hey my old memories.

Harusnya aku cuma puya satu blog, tapi karena faktor human error, aku sering lupa password blog-blog tersebut. Total aku punya 5 blog, tapi yang kuseriusin baru 3.
Ini daftar blogku sebagai bukti otentik kalo aku memang pemilik asli dari blog-blog tersebut. Mending dipatenin sekarang ketimbang diklaim orang. Kan lagi zamannya ini..hehe :)

Blog pertamaku http://wawasukacurhat.wordpress.com/. Ni blog kubuat waktu masih teenager imut-imut, jadi namanya rada gimana gitu..hehe :p. 
Blog keduaku http://meandmyconfession.blogspot.com/. Tadinya mau dijadiin blog seumur hidup. Me and my confession udah fix banget buat gambarin isi hatiku yang bakal aku tumpahin di blog, eh lagi-lagi aku lupa passwordnya dan akhirnya terciptalah blog yang sekarang. semoga aja ga lupa password lagi, biar ni blog bisa dipake sampe nanti-nanti. 

Hah, udah jam 5.33 a.m. Tidur yuk, salam sepakbola. (loh?)..hehe :)))